CategoriesInfoWiki

U Ditch Adalah Saluran Air? Penjelasan Definisi dan Kegunaannya

U Ditch adalah jenis saluran air dari beton bertulang yang mempunyai bentuk penampang dan mirip dengan huruf U. Selain itu, jenis tersebut juga bisa diberikan penutup di bagian atasnya. Penutup tersebut biasa disebut cove U Ditch atau tutup U Ditch. 

Jika Anda berniat ingin membeli saluran air ini beserta dengan tutupnya, Anda harus membeli dengan harga terpisah. Pada bagian penutup U-Ditch ini, ada 2 tipe seperti Heavy duty dan juga Light duty. Nah, perbedaan dari kedua tutup tersebut ada pada ketebalan dan juga metode penulangan besi. 

Umumnya juga, saluran tersebut biasa digunakan sebagai saluran irigasi ataupun saluran drainase. Saluran air ini memiliki ketinggian yang bervariasi dan mengikuti kebutuhan pada saluran yang Anda butuhkan. 

Apakah U Ditch adalah….?

Dari fungsinya pun U Ditch adalah media penyaluran air yang bisa menciptakan adanya resapan yang sudah ditetapkan oleh SNI. Nah, apabila ingin standar tersebut terpenuhi, maka harus bisa memenuhi kualifikasi dari dari spesifikasi yang sudah ditentukan. 

1. Penyaluran air U Ditch yang nantinya akan dipakai harus dapat mengalirkan atau meresap air hujan ke dalam tanah dengan waktu secepat mungkin supaya tidak banyak air genangan di permukaan. 

2. Pada proses pemasangan U Ditch, material tersebut harus benar-benar dipasang di atas tanah yang memiliki kestabilan terbaik. 

3. Tekstur pada permukaan U-Ditch tidak boleh memiliki cacat, kedap terhadap air, dan juga halus.

Cara Menghitung

U-Ditch merupakan saluran beton terbuka yang mempunyai ukuran beragam dengan jenis-jenis dimensi dan juga spesifikasinya. Biasanya, cara menghitung satuan pada ukuran U-Ditch ini yaitu dengan cara mengukur diameter bagian dalamnya. 

Bisa juga menggunakan rumus D x t x p (dalam x tinggi x panjang) 

Contohnya seperti U Ditch dengan dimensi 40 x 40 x 120 cm. Nah, perinciannya adalah: 

  • Diameter dalam= 40 cm
  • Tinggi bagian dalam= 40 cm
  • Panjang U Ditch = 120 cm 

Sementara itu untuk spesifikasi jenis saluran benton ini yang harus digunakan sesuai SNI harus mempunyai kekuatan mutu beton K-350. 

Manfaat dan Keunggulan

Tentunya, setiap produk pasti material pasti mempunyai keunggulan seperti beton precast U Ditch ini. Bahan tersebut banyak sekali dipakai di berbagai sektor, mulai dari developer di perumahan sampai pemerintahan. Tentu saja masyarakat lebih memilih menggunakan jenis tersebut karena beberapa manfaatnya: 

1. Produk U-Ditch diproduksi dengan bahan khusus dan sudah sesuai dengan SNI. Meskipun begitu, harga yang dibandrol di industri pun termasuk ekonomis dengan pemakaian jangka waktu panjang. 

2. Memiliki desain yang simpel dan unik dan juga memiliki diameter lebih kecil apabila Anda bandingkan dengan produk serupa lainnya. 

3. Saat pemasangan saluran air menggunakan U Ditch tidak akan mengganggu kenyamanan publik.

4. Bisa mengurangi anggaran karena proses pemasangan yang cepat dan tidak membutuhkan waktu yang lama. 

5. Bisa sekaligus digunakan untuk area pejalan kaki. 

Analisa Sebelum Pemasangan U Ditch

Pihak kontraktor atau developer bangunan haruslah membuat analisa terlebih dahulu sebelum melakukan pemasangan. Pekerjaan U-Ditch harus bisa satu plat dengan yang lain dan bisa tertutup dengan maksimal. Tentu saja, perhitungan matematika dengan praktek lapangan yang sesungguhnya kerap berbeda pada saat pengerjaannya.

Ukuran panjang U-Ditch ini harus sangat disesuaikan dengan alat angkut. Jadi nantinya sudah bisa diperkirakan di mana material tersebut akan ditempatkan selama proses pengerjaan. Namun sayangnya tidak semua wilayah di Indonesia bisa dilalui oleh alat-alat khusus

Memang, pembuatan saluran drainase menjadi PR bersama di area wilayah yang jauh dari jalan raya. Untuk itu, terbilang tidak mudah untuk sebagian wilayah karena harus membawa peralatan handling yang tidak sama dengan peralatan biasa.

Yup, jadi U Ditch adalah saluran air drainase yang sangat berguna untuk suatu wilayah menyalurkan air hujan supaya menyerap cepat ke dalam tanah. Namun perlu diingat, harus ada perawatan beton supaya saluran air tersebut tetap berfungsi dengan normal.

CategoriesInfoWiki

Paving Block Adalah Material Terbaik Untuk Menahan Tanah Saat Hujan

Paving block adalah sebuah komposisi bahan material yang dibuat dari bahan campuran semen portland atau juga disebut sebagai bahan perekat hidrolis, agregat dan air, tanpa menambahkan bahan lainnya yang bisa mengurangi kualitas beton tersebut. 

Karena dibuat dari bahan yang bermutu tinggi, sehingga material ini memiliki karakteristik yang hampir mirip dengan karakteristik dengan mortar. Mortar sendiri adalah bahan bangunan yang terbuat dari material campuran seperti pasir dan juga agregat halus lain dengan pengikat dan juga air di dalam keadaan keras. Mortar memiliki sifat yang keras seperti bebatuan. 

Apakah Paving Block Adalah Bahan Material Terbaik?

Mungkin dikatakan terbaik jika fungsinya sesuai dengan kebutuhan yang Anda inginkan. Paving block memiliki nilai estetika yang baik, karena selain berbentuk segi empat atau polygonal, material tersebut juga bisa diwarnai seperti aslinya atau mendapat pewarna dalam komposisi produksinya. 

Material tersebut juga memiliki fungsi untuk lantai yang banyak digunakan di luar bangunan dan tidak akan retak atau melengkung. Paving Block adalah solusi terbaik untuk menahan tanah saat hujan dan banjir. Pemasangannya tidak sulit dan perawatannya pun terbilang mudah. 

Pemasangan yang terpola dengan baik akan menambah keindahan bangunan di sekitarnya. Yup, material ini diproduksi dalam warna alami, warna reguler (merah, hitam) dan warna khusus (hijau, kuning, biru). 

Selain itu, tersedia berbagai model, warna, dan ukuran. Dengan gaya dan pemasangan yang tepat, lantai yang berkualitas akan terlihat lebih menarik dan rapi. Anda juga bisa memilih berbagai desain yang menarik. 

Klasifikasi Paving Block Berdasarkan Pembuatannya

Berdasarkan dari cara membuatnya, material ini bisa digolongkan dari beberapa jenis, yakni: 

1. Dibuat Dengan Press Manual / Tangan

Jenis ini diproduksi dengan cara manual menggunakan tangan. Jenis ini tersebut termasuk jenis beton dengan kelas D (K 50-100). Dengan jenis manual tersebut umum dipakai sebagai perkerasan non struktural misalnya seperti trotoar jalan, halaman rumah, dan juga perkerasan lingkungan dengan daya beban yang rendah. 

2. Dibuat Dengan Mesin Vibrasi / Getar

Jenis yang kedua ini diproduksi menggunakan mesin press dengan sistem getar dan biasanya mempunyai kualitas beton kelas C sampai B (K 150-2500. Pada penggunaan, jenis material ini umum dipakai sebagai bahan alternatif perkerasan di lahan parkiran dan juga pelataran garasi rumah. 

3. Dibuat Dengan Press Mesin Hidraulis

Paving jenis terakhir ini dibuat dengan cara dipress memakai mesin press hidraulis dengan kuat tekan harus di atas 300 kg/cm. Jenis tersebut termasuk kategori paving dengan kualitas beton kelas B sampai A (K 300-4500. 

Penggunaannya pun bisa digunakan untuk keperluan non struktural dan juga keperluan struktural yang berguna untuk menahan beban berat di bagian atasnya seperti pada lahan pelataran terminal, pelabuhan, dan juga jalanan lingkungan. 

Desain dan Model Paving Block

Penasaran bagaimana sebenarnya penampakan dari paving block? Hm, secara umum sebenarnya model dan bentuk paving ada banyak sekali bahkan dengan desain yang juga beragam. Namun Anda pasti sering menjumpai beberapa bentuk paving di bawah ini: 

1. Berbentuk Persegi Panjang

Paving block dengan bentuk persegi panjang ini juga biasa disebut sebagai model batu bata. Bentuk tersebut sering digunakan pada pekerjaan konstruksi jalan yang kerap dilalui oleh kendaraan kecil dan juga kendaraan berat. Daya tahannya terbilang cukup kuat apabila dibandingkan dengan bentuk dan desain yang lain.

2. Berbentuk Segi Enam

Paving block segi enam atau juga disebut paving hexagon adalah model yang mempunyai desain cukup unik dan kerap dipakai pada pekerjaan konstruksi jalan bagian trotoar dan juga jalanan di lokasi perumahan. Jenis ini dipakai karena menambah kesan unik dari penampilannya. 

3. Berbentuk Ubin Set 

Yang terakhir ada paving block ubin set yang mempunyai bentuk serupa dengan paving persegi panjang. Namun tetap memiliki perbedaan di bagian pola permukaannya di mana paving block ubin set lebih terlihat sebagai kumpulan dari beberapa ubin. 

Nah, jadi paving block adalah bahan material yang memiliki kualitas baik untuk menahan tanah saat hujan. Terlebih, desain dari material tersebut unik dan bisa menambah keindangan. Namun jangan lupa untuk tetap melakukan curing beton supaya kualitas paving block tetap baik.

CategoriesInfoWiki

Beton Pracetak Adalah Produk Beton yang Sangat Berguna Dalam Konstruksi

Beton pracetak adalah produk beton yang berguna untuk kebutuhan konstruksi, dan diproduksi dengan cara khusus menggunakan material beton dan juga cetakan press beton. 

Ukurannya harus sudah ditentukan terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Jadilah menghasilkan beton yang memiliki kualitas tinggi, durable, sustainable, dan juga workability. 

Nah, di dalam artikel ini akan dibahas dengan lengkap tentang beton pracetak tersebut mulai dari jenis sampai keunggulannya di dunia konstruksi sehingga menjadi bahan material penting.  

Apa Yang Dimaksud Beton Pracetak Adalah Bahan Material Penting?

Beton pracetak menjadi salah satu bahan material penting karena terbuat dari ukuran dan cetakan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan juga fungsinya. Nah, untuk membuat sebuah beton precast tersebut harus mencampurkan komposisi yang tepat sehingga kualitasnya menjadi kuat dan juga kokoh. 

Beton tersebut dibentuk dengan dibubuhi berbagai rangkaian besi sebagai bagian penulangan supaya material beton tersebut menjadi tangguh dan juga bisa menahan beban yang berat sekalipun.  Selain itu, bahan untuk membuat beton pracetak adalah kombinasi campuran dari pengikat semen dan juga agregat. 

Jadi bahan yang digunakan untuk membuat bahan bangunan tersebut mempunyai kualita performa yang tinggi serta memberikan benefit yang baik dalam hal desain, kualitas, kekuatan, keselamatan, dll. 

Jenis-jenis Beton Pracetak

Beton pracetak masih memiliki beberapa jenis yang  penggunaanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan di sebuah konstruksi. Langsung saja, yuk perhatikan jenis-jenis beton precast tersebut. 

1. Pagar Panel Beton 

Jenis pagar panel beton berbentuk balok persegi panjang dan juga disusun dengan arah vertikal. Jenis tersebut diperkuat dengan penyangga sebuah kolom. Nah, beton yang digunakan sebagai pagar panel pastinya sering Anda jumpai karena bisa menghasilkan sebuah pagar yang tahan lama serta kuat. 

Struktur yang ada pada pagar panel tersebut dipercaya bisa mempertahankan kondisinya dalam waktu jangka lama. Selain itu, jenis beton tersebut memiliki fungsi sebagai pelindung dan juga pembatas di sebuah area dari gangguan yang ada di luar. 

2. Beton Barrier

Beton barrier merupakan suatu jenis beton yang biasa digunakan pada sarana transportasi, parkir, dan lainnya. Jenis beton tersebut terbuat dari elemen komposit dan terdiri dari besi sebagai bagian yang dicor dengan menggunakan bahan beton. 

Proses pembuatan balok itupun dilakukan dengan cara dicetak memakai alat cetakan khusus sehingga ukuran di antara satu dengan yang lain akan sama persis dari presisi hingga tingginya. Hal tersebut tentu saja memudahkan proses pemasangan dan juga memberikan ketetapan yang dibutuhkan.

3. U-Ditch dan Tutupnya

Jenis yang satu ini merupakan kanal dan biasa Anda jumpai di saluran air atau irigasi. U-Ditch berfungsi sebagai saluran air yang bisa membawa atau juga mengalirkan air sehingga bisa meresapkan sebagian air seperti air hujan ke dalam tanah. Ukuran jenis beton ini bervariasi. Jika Anda ingin memilih beton pracetak ini harus pertimbangkan dulu fungsinya serta besaran air yang akan mengalir. 

Bentuk dari U-Ditch yaitu terbuka menyerupai huruf U sehingga kegunaannya bisa menjadi saluran terbuka yang ada di pinggir jalan. Namun jika Anda ingin menutup bagian terbukanya pun masih bisa. 

Selain itu, U-ditch juga memiliki peran untuk membuat saluran tertutup dengan menggunakan cover U-Ditch yang memiliki ukuran panjang dari versi terbukanya. 

4. Box Culvert

Anda tentunya sudah paham bagaimana bentuk gorong-gorong. Yup, bentuk dari saluran drainase itu menggunakan Box Culvert yang berbentuk kotak. Hal tersebut dikarenakan karakteristik material ini yang bisa menahan masuknya air hujan atau eksfiltrasi. 

Keunggulan dari jenis beton pracetak yang satu ini adalah mampu untuk menahan pergeseran tanah. Selain itu, penggunaannya pun tidak hanya sebagai saluran pembuangan air saja melainkan sebagai underpass, jembatan, subway, dan masih banyak lagi. 

Nah, dari fungsinya tersebut,  kekuatan material ini harus diperhitungkan. Di mana mutu jenis beton tersebut bisa menahan beban di atasnya seperti manusia dan kendaraan berat. 

Yup, jadi kesimpulannya, beton pracetak adalah bahan material penting yang dibuat dengan cetakan press beton khusus sehingga menghasilkan kualitas yang kuat. Namun jangan lupa untuk melakukan perawatan beton.

CategoriesInfoWiki

Kapan Curing Beton Dilakukan? Berikut Penjelasannya!

Kapan curing beton dilakukan? Hm, mungkin itu yang sedang Anda pikirkan karena merasa ingin melakukan perawatan pada beton supaya kualitasnya tetap terjaga. Jangan khawatir, berikut akan dibahas bagaimana dan kapan metode curing tersebut harus Anda lakukan. 

Sebelum melangkah lebih jauh, beton sendiri merupakan sebuah material yang sangat penting ada pada sebuah konstruksi. Karena sifatnya yang kuat, akhirnya beton menjadi bahan baku wajib dalam menghasilkan kekuatan struktur sehingga menjadi tahan lama. 

Sering sekali Anda jumpai penggunaan beton seperti di jalan raya, jembatan penyebrangan, bangunan, dan masih banyak lainnya yang memang membutuhkan material kuat dari beton tersebut. Terlebih, beton sangat mirip dengan batu dan karena hal tersebutlah strukturnya sangat diperlukan. 

Kapan Curing Beton Dilakukan Seharusnya?

Curing beton sendiri merupakan pemeliharaan beton yang dilakukan melalui proses-proses dengan menjaga kestabilan suhu dan juga tingkat kelembaban beton tersebut dalam waktu yang ideal. 

Pembetonan yang juga melalui proses pengeringan secara akurat bisa menghasilkan kualitas beton mencapai kekuatan yang maksimum dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. 

Nah, untuk menghindari beton supaya tidak terlalu cepat kekurangan air bahkan sampai tidak tersisa atau adanya proses susut berlebihan, maka proses curing tersebut harus Anda lakukan saat beton masuk ke tahap hardening (di permukaan beton yang terbuka). 

Proses pembetonan tersebut dilakukan dengan pengeringan yang memadai sehingga menghasilkan kualitas beton yang baik. Namun sebaliknya, apabila pengeringan tersebut Anda abaikan, maka akan menghasilkan kualitas beton yang sangat buruk. 

Maka dari itu, proses pengeringan beton yang lebih cepat dari waktu ideal bisa memberi dampak penurunan kekuatan dan akan rentang mengalami retak susut. Selain itu, lapis permukaan pada beton yang melalui proses pengeringan tidak memadai, akan menghasilkan pola retakan kecil. Alhasil, beton menjadi tidak rata atau menyusut.

Tujuan Dilakukan Curing Beton

Jika Anda melakukan proses curing tersebut sebenarnya Anda sudah mendapatkan keuntungan yakni seperti beton memiliki suhu lembab yang baik untuk hidrasi lanjutan dan peningkatan kekuatan. Semen yang memiliki reaksi kering cepat tidak akan mempunyai waktu untuk pengkristalan sehingga kekuatan beton tidak bisa bertambah. 

Selain itu, tujuan dilakukannya curing adalah untuk menjaga beton dari panas yang berlebih dan bisa menimbulkan penyusutan lebih dini karena proses pengeringan yang cepat. Beton yang panas bisa menghasilkan perbedaan temperatur di kandungan beton yang akhirnya menimbulkan retak susut dan menurunkan ketahanan struktur. 

Yang terakhir untuk stabilitas volume dan juga ketahanan abrasi dan penskalaan. 

Bagaimana Metode Curing Beton?

Perawatan atau curing bisa Anda lakukan dengan berbagai macam cara. Salah satu metode adalah dengan menggunakan geotekstil non woven yang berguna untuk melapisi dan juga menutupi permukaan beton. Namun pemilihan geotekstil haruslah dengan tebal yang sesuai supaya bisa menahan air dan tidak cepat mengering. 

Pemanfaatan bahan tersebut haruslah sekaligus dengan mengendalikan kelembaban yang mencegah beton dari penguapan selama waktu pengeringan. 

Pada proses curing tersebutlah geotekstil digunakan untuk menyelimuti beton dan dihamparkan di atas permukaan beton tersebut. Pembasahan bahan tersebut seharusnya dilakukan secara berkala dalam kurun waktu yang cukup sehingga terjaganya suhu permukaan beton dengan dukungan reaksi senyawa kimia yang terkandung di dalam campuran beton sehingga menjadi optimal. 

Lama Proses Curing

Nah, beberapa faktor untuk pembentuk beton yang mempengaruhi lama waktu proses curing adalah: 

  • Tipe atau jenis semen yang digunakan dengan proporsi campuran bahan tambahan atau juga bahan pengganti.
  • Luasan atau ukuran elemen struktur dan juga bentuk member beton. 
  • Spesifikasi kuat tekan beton yang dibutuhkan. Kondisi suhu, cuaca, dan juga kelembaban pada area atau tempat pekerjaan pembetonan. 
  • Terakhir kondisi eksposur. 

Namun Anda perlu memperhatikan dulu jenis beton yang ingin dilakukan curing. Setelah itu tentukan metode curing apa (membrane, pembasahan, suhu, dll) yang cocok dengan jenis beton yang Anda miliki. Jadi Anda bisa paham kapan curing beton dilakukan dengan kurun waktu yang ideal dan juga tepat. Anda bisa juga melihat beberapa metode perawatan beton tersebut di internet sehingga pada saat proses pelaksanaan Anda sudah paham.

CategoriesInfoWiki

4 Metode Perawatan Beton Yang Aman dan Mudah Dilakukan

Metode perawatan beton sebenarnya bervariasi dan banyak orang awam yang masih belum paham apa saja metodenya. Pasalnya, beton merupakan material berat yang pasti digunakan di sebuah konstruksi pembangunan. 

Pada artikel ini, Anda akan memahami beberapa metode perawatan dari beton tersebut yang tentunya aman. Perawatan pada beton sangat dibutuhkan supaya material tersebut tetap kokoh sebagai pondasi. 

Apa Yang Dimaksud dengan Beton? 

Dalam dunia konstruksi, beton merupakan salah satu bahan bangunan komposit yang dibuat dari beberapa kombinasi agregat dan juga pengikat semen. Anda pasti sering melihat bentuk beton yang biasa digunakan yaitu beton semen Portland, yang bersumber dari agregat mineral (biasanya seperti kerikil dan pasir), air, dan juga semen. 

Banyak informasi yang mengatakan kalau beton akan mengering setelah terjadi pencampuran dan pengerasan. Namun faktanya itu tidak benar. Beton tidak mengalami pengerasan pada saat air menguap, tetapi  menjadi semen terhidrasi. Serta mengikat bahan lain yang akhirnya membentuk sebuah material menyerupai batu. 

Beton memang dipakai untuk perkerasan, struktur bangunan, pondasi, jembatan penyebrangan, jalan, struktur parkir, pondasi untuk gerbang atau pagar, dan semen pada dinding bata atau balok. Meskipun seharusnya pada konstruksi jalan harus juga dilapisi geotextile non woven agar stabilitas tanah baik. 

Pada zaman dahulu beton dikenal dengan nama batu cair.  Semakin berkembang, banyak ditemukan jenis beton baru yang memang mengalami peningkatan, seperti beton semprot, beton ringan, beton fiber, beton berkekuatan tinggi, beton berkekuatan sangat tinggi, dan juga beton mampat sendiri. Jenis-jenis tersebut merupakan beton yang paling banyak digunakan di seluruh dunia sebagai bahan bangunan. 

Sejarah Munculnya Beton

Hayo, siapa yang belum paham dengan sejarah beton? Yup, bahan bangunan tersebut sudah banyak digunakan sejak zaman Yunani dan Romawi (kemungkinan juga sebelumnya). 

Nah, dengan campuran kapur, batu apung, dan juga pozzolan, bangsa Romawi akhirnya banyak membangun infrastruktur seperti drainase, bangunan, akuaduk, dll. 

Di Indonesia sendiri penggunaan bahan tersebut sudah ada dan bisa Anda lihat pada beberapa bangunan peninggalan kuno. Contohnya seperti Benteng Indraprasta di Aceh yang sudah ada sejak abad ke-7 dan dibangun oleh kerajaan Lamuri dengan bahan bangunan seperti tanah liat, kapur, dan juga batu gunung. 

Orang-orang Mesir percaya bahwa jika menggunakan aditif debu vulkanik, maka kualitas beton akan meningkat. 

Kelebihan dan Kekurangan Beton

Sebelum masuk ke pembahasan metode perawatan beton, kelebihan dari beton seperti mudah dibentuk yang sesuai dengan kebutuhan di konstruksi. Selanjutnya, beton juga mempunyai kekuatan yang tinggi, tahan terhadap temperatur yang juga tinggi serta biaya pemeliharaannya tidak mahal. 

Namun dibalik kelebihannya, beton juga masih memiliki kelemahan yaitu bentuk beton yang sudah dibuat susah untuk diubah kecuali dengan kerusakan. Jadi ketika Anda ingin merubah bentuk beton yang sudah terbentuk senarnya mustahil karena Anda harus menghancurkannya dulu. 

Struktur beton pun sebenarnya jika dilakukan penghancuran sudah tidak bisa digunakan kembali dan harus pakai yang baru. Berbeda dengan bahan bersifat baja yang akan tetap sama. Namun beton mempunyai tekanan kuat yang tinggi dan lemah dalam tarikannya. Apabila struktur tersebut tidak secepatnya diberi perkuatan cukup maka akan mudah gagal. 

Sifat-sifat Pada Beton

Beton mempunyai sifat kuat tekan yang tinggi namun juga kuat tarik yang lemah. Nah untuk kuat tekan, di Indonesia sendiri sering menggunakan satuan kg/cm yang diberi simbol K untuk benda uji kubus dan juga fc untuk benda uji silinder. 

Kuat hancur beton tentu saja sangat berpengaruh dari faktor seperti jenis dan kualitas semen, jenis dan lekak lekuk di bidang permukaan agregat, perawatannya, suhu, dan juga umur beton. 

Apa Saja Metode Perawatan Beton?

Nah, sekarang masuk ke pembahasan bagaimana cara merawat beton. Perawatan pada beton atau yang juga disebut sebagai ‘curing beton‘ hanya bisa dilakukan pada saat tahap akhir (final setting) atau saat beton sudah mengalami pengerasan. 

Tujuan sebenarnya dari perawatan tersebut adalah supaya proses hidrasi tidak terjadi masalah apapun. misalnya saja seperti terjadinya keretakan karena penguapan air yang sangat cepat. 

Sebaiknya curing beton atau perawatan tersebut bisa Anda lakukan setidaknya selama seminggu atau selama tiga hari karena beton harus berada di kondisi lembab. 

Perawatan ini juga bisa Anda lakukan dengan tempat yang akan membuat beton memiliki daya tekan yang tinggi. Sehingga kualitasnya bisa lebih kedap air, awet, dan juga stabil untuk menyangga struktur. 

Tidak perlu berlama-lama lagi, berikut adalah beberapa metode untuk melakukan perawatan pada beton. 

1. Curing Membrane 

Pada perawatan ini akan diberikan penghalang fisik yang bisa mencegah terjadinya penguapan air. Nah, bahan yang dimaksud tersebut harus bisa mengering dalam waktu 4 jam dan juga membentuk lembaran yang melekat dan tidak menyatu dengan beton, tidak beracun, tidak selip, bebas dari lubang kecil, serta tidak membahayakan beton. 

Metode perawatan tersebut sangat bermanfaat sebagai perawatan rigid pavement atau yang biasa disebut sebagai lapisan pengerasan beton. Metode tersebut juga harus Anda lakukan secepatnya setelah pengikatan beton. Membrane cukup bagus untuk curing awal sebelum pembasahan. 

2. Curing Penyiraman Cairan 

Metode perawatan beton selanjutnya, perawatan beton atau curing bisa Anda lakukan dengan cara pembasahan. Metode pembasahan tersebut bisa dipraktekan dengan cara menempatkan beton di ruangan yang lembab. Anda juga bisa mendapatkannya di bagian yang terkena genangan air, merendam beton di dalam air, dan juga meletakkan karung yang basah tepat di atas beton. 

Tidak hanya itu, Anda juga bisa melakukan pembasahan ini dengan cara siram beton secara terus-menerus dan juga disemprot dengan cairan kimia curing compound

3. Curing Penguapan Suhu Tinggi

Selain dengan membrane dan pembasahan, perawatan beton juga bisa Anda lakukan dengan tekanan rendah dan tekanan tinggi. Pada perawatan tekanan rendah lama penguapannya berkisar antara 10 sampai 12 jam dengan suhu 40 sampai 50 celcius. 

Lain hal dengan perawatan dengan tekanan tinggi harus berlangsung sekitar 10 sampai 16 jam dengan suhu 65 sampai 95 celcius. Nah, sebelum curing tersebut berlangsung, beton harus berada di suhu 10 sampai 30 derajat dulu selama beberapa jam. 

Metode ini umumnya Anda jumpai pada produsen beton pracetak yang memproduksi seperti genteng beton dan juga paving block

Sayangnya dalam metode curing ini masih memiliki kekurangan dari segi biaya yang cukup mahal. Tentu saja karena peralatan yang dibutuhkan untuk penguapan harus berkualitas tinggi. Maka dari itu, jenis perawatan inilah umum dilakukan di pekerjaan konstruksi. 

4. Curing dengan Perawatan Lainnya

Anda tetap bisa melakukan perawatan beton menggunakan sinar infra merah. Cara melakukannya adalah dengan menyinari beton dalam kurun waktu 2 sampai 4 jam pada suhu 90 celcius. Yup, tujuanya untuk mempercepat penguapan air tersebut dengan memperoleh beton yang memiliki kualitas tinggi. 

Selain itu, Anda juga bisa menerapkan curing hidrotermal atau memanaskan cetakan pada saat membuat beton pracetak dengan suhu 65 celcius. Yang terakhir adalah dengan perawatan kombinasi. Jadi seperti itulah beberapa metode perawatan beton yang sangat baik dan juga tidak membahayakan beton itu sendiri. Anda bisa memilih dari 4 curing di atas sesuai dengan kebutuhan Anda pada beton. Selain itu, metode tersebut pun bisa Anda lakukan pada u ditch.