Notice: Undefined variable: right_style in /home3/honeymil/pediars.org/wp-content/themes/maggz/framework/modules/fullscreen/templates/fullscreen.php on line 16
>

Latest Posts

Sorry, no posts matched your criteria.

Stay in Touch With Us

Odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis dolore.

Email
[email protected]

Phone
+32 458 623 874

Addresse
302 2nd St
Brooklyn, NY 11215, USA
40.674386 – 73.984783

Follow us on social

Fenomena Game Online di Kalangan Pelajar

  /  Wiki   /  Fenomena Game Online di Kalangan Pelajar
kecanduan game online

Fenomena Game Online di Kalangan Pelajar

Perkembangan teknologi di era modern saat ini sangat cepat dan tidak dapat dihentikan lagi. Perkembangan teknologi yang pesat ini telah menghasilkan berbagai macam fenomena game online yang menarik perhatian anak-anak maupun dewasa. Anak-anak muda dan pelajar kini berlomba mengunduh aplikasi game online menarik yang banyak hadir di Internet.

Salah satu aplikasi yang sangat populer dan menarik perhatian masyarakat saat ini adalah aplikasi permainan atau game online berbasis akun yang dapat dimainkan di berbagai perangkat.

Artinya dengan akun game online anda bisa memainkan game ini dimanapun, kapanpun dan menggunakan perangkat apapun (smartphone, tablet dan komputer).

Ada banyak sekali game online yang biasa dimainkan oleh masyarakat, diantaranya adalah Mobile Legend, PUBG, Free Fire, Poker Online, dan masih banyak lagi game lainnya.

Dengan desain grafis yang menarik, konten perang dan berbagai macam animasi senjata yang menarik membuat game-game ini sangat menggoda masyarakat. Seperti halnya perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Hobi bermain game online semakin hari semakin meningkat di tanah air

Hal ini menjadikan Indonesia diakui sebagai pasar game mobile terbesar di Asia Tenggara. Dengan 60 juta pengguna game online aktif yang terdiri dari pria, wanita, dewasa, remaja dan anak-anak).

Sebagai warga negara Indonesia, apakah kita harus senang mendengar berita ini? Mungkin bagi pecinta game online jawabannya adalah “ya!” tetapi untuk penulis “tidak!”

Menurut penulis, minat bermain game online di kalangan pelajar telah menjadi fenomena yang mengkhawatirkan dan perlu ditanggapi dengan serius karena minat masyarakat dalam bermain game online berdampak krusial pada beberapa kalangan, khususnya pelajar.

Fenomena game online juga menjadi ketakutan masyarakat di seluruh dunia dan di Indonesia pada khususnya, karena efek negatif dari game ini tersebar luas dan banyak diberitakan di berbagai media online dan cetak.

Ciri-Ciri Siswa Yang Kecanduan Game Online

Meskipun sebagian orang mengatakan bahwa bermain game online juga memiliki efek positif seperti: B. Menghilangkan stres, berlatih bahasa Inggris dan sebagainya.

Namun, dalam artikel ini, akan ada penjelasan dari tiga efek negatif pada komunitas, terutama pada siswa yang kecanduan game online.

Pertama, menurunkan minat belajar siswa. Keberadaan game online pada kalangan pelajar atau mahasiswa menjadi momok karena memang seharusnya mereka membutuhkan waktu belajar.

Banyak mahasiswa atau mahasiswa kesulitan mengatur waktu belajar mereka dengan baik karena mahasiswa yang bergantung pada game online memprioritaskan waktu yang mereka habiskan untuk bermain daripada untuk belajar.

Bahkan, banyak siswa yang mengaku begadang semalaman hanya untuk bermain game online daripada belajar. Memang generasi penerus bangsa datang untuk menuntut ilmu oleh orang tuanya dari berbagai daerah.

Yang lebih sadis lagi, cukup banyak mahasiswa atau mahasiswa penerus negara yang justru bermain game online saat proses belajar mengajar sedang berlangsung. Dengan tempat duduk pada baris belakang kursi, para siswa memulai aksinya dengan bermain online.

Tampaknya para siswa atau siswa tersebut tidak peduli dengan guru atau instruktur yang mengajar karena kecanduan game online. Sering sekali kejadian menyedihkan seperti ini muncul pada kalangan pelajar.

Menurunnya minat belajar siswa

Hal ini akan berdampak negatif pada hasil belajar siswa yang pada akhir semester tidak memuaskan bahkan bagi banyak pihak malah mengecewakan. Orang tua dan guru sering mengeluh ketika menemukan hasil belajar yang buruk bagi siswa.

Kedua, hilangnya budaya interaksi sosial. Siswa yang kecanduan game online biasanya bermain game online sendirian daripada berinteraksi dengan orang lain. Para siswa yang kecanduan game online ini tampaknya merasa mandiri dengan bermain game online.

Siswa tidak lagi membutuhkan orang lain untuk mengkomunikasikan hal-hal penting dalam hidupnya.

Ciri siswa yang kecanduan game online diklasifikasikan sebagai gangguan jiwa oleh WHO (World Health Organization) tahun 2018.

Berkurangnya kemauan untuk berinteraksi sosial dalam jiwa siswa melalui bermain game online juga mempengaruhi proses belajar siswa yang kurang optimal.

Mengapa hal ini terjadi? Karena siswa yang kecanduan game online cenderung malas mengerjakan pekerjaan rumah dengan teman atau guru mereka? Ini pada akhirnya mempengaruhi hasil belajar yang buruk.

Siswa yang kecanduan game online dapat memicu tindakan destruktif yang dapat merugikan orang lain.

Tindakan tersebut seperti mengambil uang orang tua, dan lebih parah lagi, mengambil uang orang lain untuk membeli pinjaman atau membayar warnet untuk bermain game online.

Tindakan siswa tersebut merupakan tindakan yang sangat menyedihkan. Seperti dimuat di sebuah harian online, seorang ibu di Kediri, Jawa Timur telah menerima transaksi game online miliaran hingga jutaan rupiah karena anaknya.

Sementara di harian online Pos Kupang pada tanggal 31 Januari 2018, diberitakan seorang anak laki-laki dari dengan leukemia menggunakan uang pengobatannya untuk bermain game online.

Dalam lingkungan kita sehari-hari, adalah hal biasa untuk menemukan bahwa banyak siswa yang kecanduan game online dan hanya menghabiskan uang mereka untuk game online. Nyatanya, para siswa tersebut masih mengharapkan uang dari orang tuanya.

Ada juga uang yang habis untuk membayar warung internet dan Game Center atau juga untuk membeli senjata atau perkakas dari sebuah game online.

Selain itu, banyak mahasiswa yang menghabiskan hingga ratusan ribu rupiah untuk membeli pulsa dan bermain game online. Menurut penulis, tindakan ini berlebihan dan membutuhkan perhatian khusus.

Hal langka yang perlu segera menjadi fokus adalah meminimalisir dampak negatif game online terhadap pelajar. Mahasiswa dan pemuda adalah penerus bangsa, jadi Anda, saya, dan siapa pun tidak boleh membiarkan anak bangsa belajar menurun.

Mengatasi Permasalahan Serius ini Di Kalangan Pelajar

Jika tak ingin masalah dampak game online tidak menyebar ke generasi lain, masalah ini harus mendapat perhatian dengan serius. Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan.

Pertama, orang tua adalah bisnis yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, pengendalian sosial yang dilakukan masyarakat atas pola hidup anak harus menjadi sebuah kegiatan rutin.

Para orang tua perlu mendidik anaknya tentang gaya hidup yang tertib agar tidak mudah terpengaruh oleh dunia game online.

Orang tua juga harus menjelaskan dengan jelas dampak negatif game online terhadap anak-anak dengan menunjukkan contoh dampak negatif game online yang pernah ada dalam media. Hal ini agar pemahaman anak-anak tentang dampak negatif dari game online tersebut terbuka lebar.

Kedua, pemerintah harus menanggapi dengan serius.

Game online telah menjadi fenomena yang menakutkan saat ini.

Kasus dari fenomena game online pun bermunculan dari berbagai kalangan. Selain itu, pada tahun 2018 WHO (World Health Organization) menemukan bahwa pelajar yang kecanduan game online tergolong gangguan jiwa.

Berkaca dari kasus-kasus tersebut, maka tidak boleh ada lagi kecanduan game online dalam masyarakat, terutama pada kalangan pelajar dan mahasiswa.

Pemerintah harus mengambil langkah khusus untuk meminimalisir kasus fenomena game online tersebut. Misalnya, secara khusus pemerintah harus mensosialisasikan dampak negatif game online kepada masyarakat khususnya pelajar, sehingga pelajar tidak bisa dengan mudah memasuki dunia game online.

Ketiga, sebagaimana kita ketahui, pendidik (guru dan dosen) juga berperan penting dalam pengembangan akademik dan karakter peserta pendidikan.

Oleh karena itu, tugas pendidik juga untuk berbicara terus menerus dan tegas tentang efek negatif dari game online ini pada siswa. Pendidik juga harus mengajak siswa untuk terus belajar dan mewujudkan impiannya.

Pesatnya perkembangan dunia internet berdampak besar pada para pelajar. Salah satunya adalah hadirnya game online.

Permainan ini dapat mempengaruhi kinerja pembelajaran. Ini karena gameplay online bisa membuat ketagihan atau membuat ketagihan.

Akibatnya anak yang terbiasa dengan game online baik secara langsung maupun tidak langsung terpengaruh, termasuk perubahan sosial yang terjadi pada perilaku anak.

Anak-anak sekolah adalah salah satu kelompok yang mudah terpengaruh oleh efek game online. Waktu yang harusnya habis untuk istirahat atau bermain. Namun, anak-anak lebih cenderung menggunakannya untuk duduk depan komputer dan menikmati game online ini.

Kecanduan semacam itu bisa memicu perilaku negatif, seperti Misalnya, mencuri uang untuk membeli game baru, bolos sekolah, malas mengerjakan PR, atau merasa tidak nyaman saat tidak bisa bermain game.

Dampak Dari Game Online

Game online pada dasarnya sama dengan koin dengan dua permukaan yang berbeda. Ini berarti bahwa game online memiliki efek atau efek yang saling bertentangan tergantung pada penggunanya.

Efek positif dari game online

● Setiap permainan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Secara umum, game ini sarat dengan senjata, amunisi, karakter, dan kartu remi yang berbeda. Untuk menyelesaikan level atau mengalahkan musuh secara efisien, memerlukan strategi. Dengan bermain online, pemain semakin terlatih untuk memenangkan permainan dengan cepat dan efisien serta mendapatkan lebih banyak poin.

● Meningkatkan konsentrasi. Kemampuan konsentrasi gamer online akan meningkat karena mereka harus menyelesaikan banyak tugas, mencari celah yang mungkin terlampaui, dan memantau kemajuan permainan. Semakin sulit sebuah permainan, semakin banyak konsentrasi yang harus pemain curahkan.

● Meningkatkan koordinasi tangan dan mata. Orang yang bermain game bisa meningkatkan koordinasi atau kerjasama antara mata dan tangan.

● Meningkatkan keterampilan membaca Anda. Tidak ada alasan bahwa game online merupakan salah satu jenis permainan yang dapat mengurangi minat baca anak. Dalam hal ini, game online dapat meningkatkan minat baca pemain.

● Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris Anda. Sebagian besar game online menggunakan bahasa Inggris dalam pengoperasiannya, yang berarti bahwa pemain perlu mengetahui kosakata bahasa Inggris untuk memainkan game tersebut.

Efek Negatif Dari Game Online

● Menciptakan rasa kecanduan yang kuat. Sebagian besar game yang beredar saat ini terfokus untuk membuat ketagihan para gamer. Semakin seseorang bergantung pada sebuah game, semakin banyak keuntungan produsen game tersebut. Namun keunggulan produsen ini berdampak negatif terhadap kesehatan mental pemain.

● Mendorong mereka untuk melakukan hal-hal negatif. Meski jumlahnya tidak banyak, kita sering menjumpai kasus gamer online yang mencoba mencuri ID pemain lain dengan berbagai cara. Kemudian ambil uangnya atau singkirkan peralatan mahal. Pembicaraan yang kasar dan kotor. Entah itu terjadi pada anak-anak seluruh dunia, para gamer online kerap mengucapkan kata-kata kotor dan kasar saat bermain dalam warung internet atau game center.

● Mengabaikan aktivitas dunia nyata. Keterikatan mengerjakan tugas dalam permainan dan perasaan asik bermain seringkali menyebabkan berbagai aktivitas terabaikan. Tugas-tugas sekolah, tugas kuliah, atau pekerjaan terabaikan karena mereka terus bermain atau memikirkannya.

● Perubahan drastis pada pola makan dan waktu istirahat. Perubahan kebiasaan istirahat dan makan sering terjadi pada kalangan penjudi online akibat penurunan pengendalian pribadi. Waktu makan mereka tidak teratur dan mereka sering tidur pada pagi hari untuk mendapatkan akses internet yang murah.

● Membuang-buang uang. Untuk membayar sewa komputer warnet dan membeli poin atau karakter, terkadang nilainya bisa mencapai jutaan rupiah. Belum lagi koneksi internet dari rumah.

● Merusak kesehatan. Duduk menghadap ke depan komputer selama berjam-jam jelas berdampak negatif pada tubuh.

Perlunya Dukungan Orang Tua

Untuk menangkal dampak negatif internet bagi pelajar, berikut beberapa hal yang perlu menjadi perhatian.

  1. Selalu bersama anak-anak Anda saat mereka mengakses internet. Ini untuk memastikan bahwa anak telah mengakses situs yang benar.
  2. Jika fasilitas internet tersedia dalam rumah, letakkan pada ruangan keluarga. Hal ini untuk memudahkan orang tua dalam mengawasi anaknya.
  3. Jika Anda perlu menggunakan internet melalui warnet, bantu anak Anda memilih warnet yang “sehat”. Akan bijaksana jika Anda mengenal pemilik warnet dan penjaga warnetnya. Ini untuk memudahkan Anda dalam memantau anak Anda.
  4. Beri anak pemahaman yang baik tentang efek positif dan negatif internet terhadap mereka. Dengan begitu, Anda telah melengkapinya dengan benteng pertahanan pribadinya.
  5. Ada baiknya Anda juga mengenal teman dan lingkungan anak Anda. Teman baik dan daerah sekitarnya adalah benteng pertahanan eksternal.
  6. Untuk mencegah penculikan dan pelecehan anak, ingatkan mereka untuk tidak mempercayai siapapun dari internet. Selain itu, ingatkan mereka untuk tidak memasukkan hal-hal pribadi yang mudah mendapat perhatian orang lain.
  7. Sebuah teknologi akan membuat segalanya bergantung pada kita masing-masing. Jangan menggunakan internet untuk hal-hal yang dapat merugikan orang lain atau menimbulkan masalah. Memanfaatkan internet sebagai media pembelajaran untuk menjalani masa depan yang cerah dengan pengetahuan yang luas dan kritis.

Semoga fenomena kecanduan game online ini dapat cepat berakhir. Semoga kita semua dapat mengambil manfaat dari artikel ini.

Baca juga: Macam-Macam Bisnis Online Untuk Mahasiswa