Notice: Undefined variable: right_style in /home3/honeymil/pediars.org/wp-content/themes/maggz/framework/modules/fullscreen/templates/fullscreen.php on line 16
>

Latest Posts

Sorry, no posts matched your criteria.

Stay in Touch With Us

Odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis dolore.

Email
[email protected]

Phone
+32 458 623 874

Addresse
302 2nd St
Brooklyn, NY 11215, USA
40.674386 – 73.984783

Follow us on social

Kapan Curing Beton Dilakukan? Berikut Penjelasannya!

  /  Info   /  Kapan Curing Beton Dilakukan? Berikut Penjelasannya!
Kapan Curing Beton Dilakukan? Berikut Penjelasannya!

Kapan Curing Beton Dilakukan? Berikut Penjelasannya!

Kapan curing beton dilakukan? Hm, mungkin itu yang sedang Anda pikirkan karena merasa ingin melakukan perawatan pada beton supaya kualitasnya tetap terjaga. Jangan khawatir, berikut akan dibahas bagaimana dan kapan metode curing tersebut harus Anda lakukan. 

Sebelum melangkah lebih jauh, beton sendiri merupakan sebuah material yang sangat penting ada pada sebuah konstruksi. Karena sifatnya yang kuat, akhirnya beton menjadi bahan baku wajib dalam menghasilkan kekuatan struktur sehingga menjadi tahan lama. 

Sering sekali Anda jumpai penggunaan beton seperti di jalan raya, jembatan penyebrangan, bangunan, dan masih banyak lainnya yang memang membutuhkan material kuat dari beton tersebut. Terlebih, beton sangat mirip dengan batu dan karena hal tersebutlah strukturnya sangat diperlukan. 

Kapan Curing Beton Dilakukan Seharusnya?

Curing beton sendiri merupakan pemeliharaan beton yang dilakukan melalui proses-proses dengan menjaga kestabilan suhu dan juga tingkat kelembaban beton tersebut dalam waktu yang ideal. 

Pembetonan yang juga melalui proses pengeringan secara akurat bisa menghasilkan kualitas beton mencapai kekuatan yang maksimum dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. 

Nah, untuk menghindari beton supaya tidak terlalu cepat kekurangan air bahkan sampai tidak tersisa atau adanya proses susut berlebihan, maka proses curing tersebut harus Anda lakukan saat beton masuk ke tahap hardening (di permukaan beton yang terbuka). 

Proses pembetonan tersebut dilakukan dengan pengeringan yang memadai sehingga menghasilkan kualitas beton yang baik. Namun sebaliknya, apabila pengeringan tersebut Anda abaikan, maka akan menghasilkan kualitas beton yang sangat buruk. 

Maka dari itu, proses pengeringan beton yang lebih cepat dari waktu ideal bisa memberi dampak penurunan kekuatan dan akan rentang mengalami retak susut. Selain itu, lapis permukaan pada beton yang melalui proses pengeringan tidak memadai, akan menghasilkan pola retakan kecil. Alhasil, beton menjadi tidak rata atau menyusut.

Tujuan Dilakukan Curing Beton

Jika Anda melakukan proses curing tersebut sebenarnya Anda sudah mendapatkan keuntungan yakni seperti beton memiliki suhu lembab yang baik untuk hidrasi lanjutan dan peningkatan kekuatan. Semen yang memiliki reaksi kering cepat tidak akan mempunyai waktu untuk pengkristalan sehingga kekuatan beton tidak bisa bertambah. 

Selain itu, tujuan dilakukannya curing adalah untuk menjaga beton dari panas yang berlebih dan bisa menimbulkan penyusutan lebih dini karena proses pengeringan yang cepat. Beton yang panas bisa menghasilkan perbedaan temperatur di kandungan beton yang akhirnya menimbulkan retak susut dan menurunkan ketahanan struktur. 

Yang terakhir untuk stabilitas volume dan juga ketahanan abrasi dan penskalaan. 

Bagaimana Metode Curing Beton?

Perawatan atau curing bisa Anda lakukan dengan berbagai macam cara. Salah satu metode adalah dengan menggunakan geotekstil non woven yang berguna untuk melapisi dan juga menutupi permukaan beton. Namun pemilihan geotekstil haruslah dengan tebal yang sesuai supaya bisa menahan air dan tidak cepat mengering. 

Pemanfaatan bahan tersebut haruslah sekaligus dengan mengendalikan kelembaban yang mencegah beton dari penguapan selama waktu pengeringan. 

Pada proses curing tersebutlah geotekstil digunakan untuk menyelimuti beton dan dihamparkan di atas permukaan beton tersebut. Pembasahan bahan tersebut seharusnya dilakukan secara berkala dalam kurun waktu yang cukup sehingga terjaganya suhu permukaan beton dengan dukungan reaksi senyawa kimia yang terkandung di dalam campuran beton sehingga menjadi optimal. 

Lama Proses Curing

Nah, beberapa faktor untuk pembentuk beton yang mempengaruhi lama waktu proses curing adalah: 

  • Tipe atau jenis semen yang digunakan dengan proporsi campuran bahan tambahan atau juga bahan pengganti.
  • Luasan atau ukuran elemen struktur dan juga bentuk member beton. 
  • Spesifikasi kuat tekan beton yang dibutuhkan. Kondisi suhu, cuaca, dan juga kelembaban pada area atau tempat pekerjaan pembetonan. 
  • Terakhir kondisi eksposur. 

Namun Anda perlu memperhatikan dulu jenis beton yang ingin dilakukan curing. Setelah itu tentukan metode curing apa (membrane, pembasahan, suhu, dll) yang cocok dengan jenis beton yang Anda miliki. Jadi Anda bisa paham kapan curing beton dilakukan dengan kurun waktu yang ideal dan juga tepat. Anda bisa juga melihat beberapa metode perawatan beton tersebut di internet sehingga pada saat proses pelaksanaan Anda sudah paham.