Tawaf Wada Adalah
CategoriesWiki

Tawaf Wada Adalah, Waktu Pelaksanaan, dan Caranya

Tawaf Wada adalah salah satu rangkaian yang wajib dilakukan oleh para jamaah haji. Pasalnya, ritual ini dilakukan di tempat tertentu yang menjadi sebuah keharusan jamaah untuk melakukannya. 

Tentu saja, ini menjadi sebuah ritual yang masuk ke dalam rukun haji, dan jika ditinggalkan maka ibadah haji yang sedang berlangsung bisa menjadi tidak sah. Agar tidak mengalami hal tersebut, mari simak penjelasan di bawah ini tentang Wada.

Yang Dimaksud Tawaf Wada Adalah?

Secara bahasa, Wada’ [الوداع] memiliki arti “perpisahan”. Bisa dikatakan bahwa Tawaf Wada adalah salah satu ritual di dalam rukun haji sebagai perpisahan para jamaah yang hendak meninggalkan kota Mekkah. 

Untuk melakukan ritual ibadah ini, para jamaah cukup melaksanakannya dengan jalan biasa saja, sama seperti melakukan Tawaf yang lainnya. Namun, doa yang hendak dibaca pada setiap putaran berbeda. 

Nah, untuk semua jamaah haji yang belalukan melakukan Tawaf Wada tidak boleh meninggalkan Mekkah terlebih dahulu karena hukumnya wajib dilakukan. Apabila seorang jamaah tidak melakukannya, maka wajib hukumnya membayar dam atau denda dan tidak dibenarkan lagi untuk tinggal di Masjidil Haram. 

Namun untuk para jamaah wanita yang sedang nifas atau haid boleh tidak melakukan Tawaf Wada dan bisa langsung meninggalkan Mekkah. 

Untuk jamaah yang sudah selesai melakukan Tawaf hendaklah untuk segera pergi dari Masjidil Haram karena jika masih kembali lagi ke masjid, maka jamaah harus melakukan Tawaf Wada lagi.

Apakah Tawaf Wada Wajib Hukumnya di Dalam Ibadah Umroh?

Di dalam ibadah umroh, Tawaf Wada justru tidak wajib dilakukan, namun akan lebih baik jika melakukannya. 

Karena jika seorang jamaah umroh meninggalkan Masjidil Haram dan ia tidak melakukan Tawaf Wada, maka tidak akan berpengaruh terhadap ibadah yang sedang dijalankan dan tidak akan mendapat dosa. Ritual ini hanya wajib bagi para jamaah haji. 

Hal tersebut dijelaskan langsung oleh Rasulullah SAW, bahwa seseorang di antara kamu pulang, maka akhir yang akan dilakukannya adalah Tawaf di Baitullah. Penjelasan tersebut ditujukan untuk orang-orang yang menjalani ibadah haji. 

Sedangkan di dalam ibadah umroh, para jamaah boleh tidak melakukannya dan tidak memiliki kewajiban apapun untuk menebusnya. Hal yang sama untuk penduduk Mekkah bahwa tidak ada kewajiban untuk melakukan Tawaf Wada. Ritual ibadah ini hanya dianjurkan saja bagi para jamaah umroh karena merupakan haji kecil. 

Kapan Tawaf Wada Dilaksanakan?

Tawaf Wada adalah ritual wajib di dalam rukun haji yang dilakukan pada pukul 16.00 sampai 18.00 waktu Mekkah (20.00 sampai 22.00 WIB). Di saat itu, malam akan terasa lebih hangat dan mesra karena bisa mencium wangi Ka’bah, yang merupakan rumah suci Allah SWT. 

Tentu, ini menjadi impian yang sangat dinantikan oleh para jamaah haji. Namun juga menjadi salah satu hal yang menyedihkan karena akan berakhirnya masa haji dan para jamaah akan kembali ke asalnya masing-masing. 

Cara Melakukan Tawaf Wada

Untuk melakukan Tawaf Wada sama seperti Tawaf lainnya, yakni mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Namun para jamaah tidak lagi perlu mengenakan pakaian Ihram saat melakukannya, tidak perlu Sa’i (berlari kecil), dan Tahallul (memotong 3 helai rambut). 

Akan tetapi, jamaah diharuskan melakukannya dalam keadaan suci dengan menjaga Wudhu. Apabila sudah melakukan Tawaf Wada, maka seluruh kegiatan haji dianggap telah selesai. Para jamaah tidak diperkenankan untuk melakukan rukun yang lainnya, dan sudah harus meninggalkan Masjidil Haram atau kota Mekkah. 

Jamaah akan berkumpul dengan satu rombongan dari Travel Umroh terpercaya untuk segera kembali ke tempat asalnya masing-masing. Di sinilah, momen haru, sedih, dan bahagia bercampur aduk. 

Karena para jamaah telah berhasil memenuhi panggilan Allah SWT dan menyempurnakan rukun Islam yang kelima, yakni pergi haji bila mampu. Namun kesedihan turut menyertai hati karena harus segera meninggalkan Masjidil Haram, rumah suci Allah tempat terbaik untuk mencari ridho-Nya.

Apakah Haji Wada Sama dengan Tawaf Wada?

Meskipun namanya mirip, secara harfiah keduanya pun hampir sama. Jika Haji Wada adalah haji perpisahan, maka Tawaf Wada adalah Tawaf perpisahan. Akan tetapi, keduanya berbeda. 

Untuk Anda ketahui, Haji Wada merupakan haji perpisahan dengan Rasulullah SAW, karena setelah haji ini, Nabi SAW kembali ke Rabnya atau meninggal dunia. Sedangkan Tawaf Wada dilakukan oleh para jamaah haji sesudah melaksanakan seluruh rukun haji, dan menjadi tanda perpisahan dengan rumah suci Allah SWT. 

Namun, Tawaf Wada bukan lah sekedar seremonial belaka. Pasalnya, ritual ini dilakukan berdasarkan tuntunannya, yaitu dari hadist Bukhari nomor 1755 dan Muslim nomor 1328. Isi dari hadist tersebut adalah:

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa manusia (muslimin dan muslimat) untuk mengakhiri hajinya di Baitullah (Ka’bah). Sedangkan rukun haji yang dilakukan di Ka’bah tersebut adalah Tawaf. 

Sehingga umat Islam diminta untuk mengakhirkan kegiatan haji dengan cara bertawaf untuk yang terakhir kalinya, sebelum mereka kembali ke asal masing-masing.

Baca Juga: Cara Agar Tidak Malas Belajar

Akhir Kata

Jadi, Tawaf Wada adalah ritual perpisahan yang wajib dilakukan oleh para jamaah haji sebagai tanda berakhirnya masa haji tersebut. Jika seorang jamaah tidak melakukanya, maka haji yang sudah dilaksanakannya menjadi tidak sah. Jangan lupa untuk pelajari juga perbedaan haji dan umroh supaya semakin sempurna ibadah di kota Mekkah nanti.