Follow us on social

Latest Posts

Sorry, no posts matched your criteria.

Stay in Touch With Us

Odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis dolore.

Email
magazine@example.com

Phone
+32 458 623 874

Addresse
302 2nd St
Brooklyn, NY 11215, USA
40.674386 – 73.984783

Follow us on social

TikTok Menjadi Platform Politik di Asia Tenggara

  /  Berita   /  TikTok Menjadi Platform Politik di Asia Tenggara
TikTok Menjadi Platform Politik

TikTok Menjadi Platform Politik di Asia Tenggara

TikTok Menjadi Platform Politik – Di Asia Tenggara, TikTok berpotensi menjadi platform pidato politik. Di Indonesia, pengguna TikTok muda secara strategis menggunakan media sosial ini untuk mengekspresikan protes mereka terhadap undang-undang penciptaan lapangan kerja yang kontroversial.

Konten video unjuk rasa warga Semarang, Jawa Tengah, viral di TikTok dengan 1,2 juta likes dan 8,6 juta views. Video tersebut juga mendapat 11.000 komentar untuk mendukung aksi tersebut, termasuk dari pengguna TikTok Malaysia.

Ada konten serupa di Thailand dan Myanmar. TikTok membantu pengunjuk rasa dengan memperkuat aspirasi mereka yang menginginkan demokrasi dan mengakhiri kediktatoran militer.

Studi kasus saya baru-baru ini di Indonesia, Thailand, dan Myanmar menyimpulkan bahwa TikTok memiliki peran dalam memfasilitasi distribusi konten politik dan menyebarkannya ke pengguna TikTok global tentang apa yang terjadi di Asia Tenggara.

TikTok Menjadi Platform Politik Sebagai Algoritma Unik

Penelitian ini saya lakukan mulai tanggal 15 Januari hingga 15 Februari dengan mengambil data di TikTok menggunakan teknik bola salju.

Melalui teknik ini dengan kata kunci langsung seperti “omnibuslaw”, “thaiprotest” (protes yang terjadi di Thailand) dan “myanmarprotest” (protes di negara Myanmar) untuk menemukan video terkait.

Selain itu, saya juga secara mandiri mengumpulkan hashtag populer pada video yang paling banyak dilihat untuk mengidentifikasi hashtag lain yang digunakan.

Mengapa teknik ini digunakan? Karena sejauh ini belum ada alat yang bisa mengumpulkan data secara khusus di TikTok, tidak seperti media sosial lainnya, yaitu Facebook, Twitter, Youtube atau Reddit.

Melalui penelitian ini, saya menemukan keunikan algoritma TikTok, yaitu dapat meningkatkan jumlah penayangan melalui iklan organik. Teknik ini memungkinkan TikTok menjadi alat strategis untuk aktivitas politik.

Algoritme yang ada juga dapat mendorong pemirsa di luar Asia Tenggara untuk berpartisipasi aktif dalam konten melalui berbagai interaksi dan suka melalui halaman “Untuk Anda” di TikTok atau dikenal sebagai “fyp”.

Dengan algoritma ini, konten politik yang didistribusikan oleh pengguna TikTok dapat membuka komentar diskusi tidak hanya untuk pengguna lokal, tetapi juga di negara-negara di Eropa dan Amerika.

Saya melihat dengan jelas seperti “Apa yang telah terjadi di negara Thailand?” atau “Apa yang terjadi di Indonesia?” ketika video protes menjadi viral di TikTok dan muncul di Fyp saya.

Karena pengguna TikTok mengikuti “pola” unik tren apa yang dilihat dan disukai di TikTok, pola ini memungkinkan konten politik di Asia Tenggara semakin banyak dilihat oleh lebih banyak pengguna TikTok, di mana pun mereka berada, selama pengguna itu dilihat atau disukai konten serupa sebelumnya.

Berdasarkan pengamatan saya, media sosial lain seperti Facebook, Twitter, dan Youtube juga melihat fenomena yang sama, tetapi tidak ada yang memberikan jangkauan terbesar dari TikTok.

Saya percaya algoritma unik TikTok yang mendukung konten berdasarkan interaksi pengguna, minat, dan eksplorasi dalam aplikasi membuatnya lebih viral daripada media sosial lainnya.

TikTok Menjadi Platform Politik Populer di Kalangan Tua dan Muda

TikTok telah berusia hampir lima tahun sejak pertama kali muncul pada September 2016 dan telah berkembang menjadi aplikasi media sosial yang berkembang pesat. Saat ini, penggunanya (per Januari 2020) telah mencapai 800 juta di seluruh dunia.

Dengan meningkatnya jumlah para pemakai akun baru TikTok membuat keberadaan media sosial ini semakin terkenal dan populer di Asia Tenggara.

Dengan total populasi sekitar 658 juta, aplikasi tersebut diunduh 360 juta kali di Asia Tenggara pada Agustus 2020. TikTok sendiri sangat populer di kalangan Gen Z dan Milenial.

Berita politik Indonesia melihat banyak orang tua juga saat ini ikut bergabung dengan situasi ini, termasuk politisi dan berbagai kementerian di Asia Tenggara.

Sebagai contoh, yang terjadi pada Maharthir Mohammad mantan Perdana Menteri Malaysia yang membuat akun TikTok untuk berkomunikasi dengan berbagai kalangan terutama kaum muda.

Kementerian Komunikasi dan Informatika di Indonesia, membuat akun TikTok pada bulan Maret 2019 dengan tujuan yang serupa.

Ketika TikTok semakin populer, para peneliti menjadi tertarik pada aplikasi untuk melihat bagaimana fenomena ini dapat memengaruhi peristiwa politik di Asia Tenggara.

TikTok Sebagai Platform untuk Kegiatan Politik

Dengan popularitas TikTok yang luar biasa di Asia Tenggara, platform tersebut telah menjadi platform terbaru bagi kaum muda untuk mengekspresikan tujuan politik mereka.

TikTok kemungkinan besar juga akan menjadi ruang diskusi dan forum kegiatan politik di negara-negara lain di dunia. Hal ini ditunjukkan oleh kasus heboh antara pendukung Kpop dan mantan Presiden AS Donald Trump pada tahun 2020.

Kasus tersebut menunjukkan bahwa Tiktok, bila digunakan dengan benar, dapat bertindak sebagai “batu loncatan” untuk kegiatan politik skala kecil di negara dengan kebebasan berekspresi terbatas.

Peningkatan penyebaran konten TikTok di berbagai media sosial lain seperti Facebook dan Twitter, dan pihak pers juga menganggap konten TikTok sebagai bahan berita yang sangat efektif dalam penyampaian kepada halayak.

Meski sempat meragukan aplikasi asal China ini di awal tahun 2017, TikTok kini telah membuktikan dirinya sebagai media sosial yang tidak hanya menjadi platform distribusi video dance, tetapi juga sebagai wadah ekspresi politik bagi pengguna global. Namun ironisnya, hal tersebut tidak berlaku bagi masyarakat China, negara asal TikTok.

Demikian ulasan berita politik Indonesia mengenai TikTok Menjadi Platform Politik di Asia Tenggara yang dapat saya sajikan, semoga menjadi bahan informasi yang berguna untuk Anda. /Aha

Baca Juga: Rafting Bali Adalah Aktivitas Seru yang Wajib Dicoba